Padahal Allah telah mengaruniakan kepadanya segala kesempurnaan. Membaca Penciptaan Manusia ”Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan”. (QS. 96: 1) Itulah bunyi ayat pertama surat ini. Memberikan perintah secara jelas kepada Nabi Muhammad Saw. juga kepada umatnya untuk membaca. Membaca dengan nama Allah Sang Pencipta.Isu bukan-Muslim guna kalimah Allah. ISU bukan-Muslim menggunakan kalimah Allah telah saya ulas dalam artikel saya pada tahun 2007 yang bertajuk ‘Beza Antara Merebut Nama Allah Dan Mempertahankan Akidah’ bahawa isu ini lebih bersifat tempatan atau keselamatan setempat, bukan membabitkan larangan secara khusus dari nas-nas Islam. Nabi Muhammad itu hanyalah Rasul-Nya, yang diutus-Nya untuk kita semua. Tetapi juga semua manusia adalah diciptakan Allah untuk menjadi Khalifah-Nya, menjadi wakil-wakil-Nya atau pengganti-pengganti-Nya, yang seharusnya selalu bertindak dengan atas nama-Nya. Tak layak bagi manusia tidak bertindak selain atas nama Allah. Karenanya, Allah selalu
Yehuwaa adalah terjemahan nama Allah yang telah diakui selama berabad-abad. Dalam bahasa Ibrani, yang dibaca dari kanan ke kiri, nama itu muncul sebagai empat konsonan, יהוה. Empat huruf Ibrani ini —ditransliterasi YHWH —dikenal sebagai Tetragramaton. Nama Allah dalam bentuk ini juga terukir pada koin-koin Eropa selama puluhan tahun
Dalam syairnya, al-Mutanabbi mengatakan, akhir dari sumpah ataupun pengujung dari peperangan (tiada lain) adalah penyesalan. Karena itu, meski bersumpah atas nama Allah diperbolehkan, namun menurut Ustaz Syahrullah perlu hati-hati dalam menggunakannya. Penyair kenamaan ini mendudukkan sumpah dan peperangan dalam garis yang sama.
Nama Allah dan ALLah tidaklah berlainan.Ia mempunyai kuasa yang sama. Lebih lama kita berzikir nama Allah lebih cepat kita mendekatinya. Di sini tidak ada sebab melarang orang bukan Islam menulis, menyebut,membaca, memikir atau mencetak nama Allah. Harus sedar bahawa ALLah adalah untuk manusia sejagat, secara langsung atau tak lansung.